Beberapa waktu yang lalu, aku melihat acara komedi di salah satu telivisi swasta. Judul tayangannya adalah Oh Ternyata.. Ceritanya tentang beberapa fenomena yang terjadi di masyarakat yang dikemas secara komedi. Dalam satu episode ada beberapa cerita. Cukup menarik dan lucu, itulah kesan yang pertama kali aku dapatkan saat menontonnya. Dan sebagian besar ceritanya adalah salah paham tetapi dikemas secara lucu.
Misalnya, saat ada seseorang ingin ganti oli di sebuah bengkel. Sambil menunggu, dia minum kopi di warung sebelah. Dan di sana dia bertemu dengan seseorang dan mulai ngobrol. Lawan bicara menanyakan apa yang sedang dia lakukan, dan dia bilang sedang menunggu ganti oli di bengkel sebelah. Ternyata, si lawan bicara "menakut-nakuti" dengan mengatakan kalau lebih baik tidak ganti oli di bengkel sebelah, karena kemarin dia maunya ganti oli, tetapi oleh orang bengkel motornya malah dibongkar untuk diganti macam-macam sehingga ongkos bengkelnya tinggi. Dengan ketakutan, akhirnya orang tersebut cepat-cepat kembali ke bengkel untuk mengecek motornya. Akan tetapi, pada saat orang tersebut sedang ngopi, montir bengkel memindahkan motornya ke dalam untuk diganti olinya. Dan pada saat bersamaan, ada orang yang masuk dengan motor yang jenis dan warnanya sama, akan tetapi motornya rusak, sehingga perlu diganti onderdilnya. Saat orang pertama yang ketakutan tadi masuk dan melihat motor itu sedang dibongkar dia menangis dan marah-marah, dikiranya bahwa itu adalah motornya. Tentu saja pemilik dan montir bengkel kebingungan atas sikap orang tersebut. Tetapi setelah dijelaskan, akhirnya orang tersebut mengerti dan menjadi malu sendiri karena sudah marah-marah.. hahaha... simple, tapi geli lihatnya... ^_^
Ada perenungan yang aku dapat saat melihat acara itu. Simple, tapi cukup membuat aku mengerti betapa seringnya manusia itu salah paham dengan sesamanya. Dan respon yang salah membuat kita menjadi malu kalau mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Geli, tertawa, terasa lucu melihat tayangan itu. Tapi di situ Tuhan berbicara, saat aku mulai menghakimi orang lain, aku seperti orang yang salah paham tadi. Melihat sesuatu dengan cara pandang sendiri, menjadi konyol dan menjadi bahan tertawaan. Simple, tapi cukup menjadi perenungan yang terekam secara paten di kepalaku untuk aku mulai belajar berhenti menghakimi atau salah paham dengan orang lain. KONYOL.. LOL... that's it..
Saat aku menghakimi orang lain, sesungguhnya "ada" yang tertawa melihat kekonyolan yang sedang aku lakukan.... hahaha... Thank's God... ^^"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank you for visit.. please comment this post if you like it..