Senin, 25 Juni 2012

Belajar Menerima Kasih Karunia

Perenungan ini aku dapet sekitar Maret 2012, pada waktu aku ikut ESC (pengalaman pertama saat menjadi kepala regu ^^"). Dimana Tuhan 'bicara' tentang besarnya kasih karuniaNya atas hidupku....
Waktu itu, pada sesi pendisiplinan terakhir, di mana saat ada temen yang melakukan kesalahan maka seluruh peserta akan mengalami pendisiplinan. Terus terang saja, waktu ikut kondisi badan kurang maksimal, akibatnya aku juga ga maksimal. Kalau tahun lalu (2011) waktu sesi pendisiplinan aku 'kena' banget sampai menangis, karena merasakan banget kalau pengorbanan Tuhan Yesus karena Dia sungguh-sungguh mengasihiku. Waktu aku harus menanggung pendisiplinan karena temanku melakukan kesalahan. Kami yang menerima pendisiplinan harus merentangkan tangan, sambil mengatakan, "aku mau menanggung temenku, karena aku mengasihi dia" dan saat itu dikatakan berulang-ulang, sungguh bisa merasakan pengorbanan Tuhan yang luar biasa. Aku bersyukur karena itu merupakan jawaban Tuhan atas pertanyaanku tentang mengapa Tuhan mau mati buat aku. Teorinya aku tahu, bahwa Tuhan mati karena mengasihi aku, tapi itu tidak merasuk dalam hidupku, sehingga masih sering mempertanyakan pengorbanan Tuhan (hehehe.. sombong sekali, karena merasa ga perlu begitulah, Tuhan, repot amat). Sungguh perenungan luar biasa untuk tahun 2011 lalu.
Dan untuk ESC tahun 2012 ini, kembali aku merasakan kasihNya, bisa dibilang sebagai teguran buat aku, tentang pengorbanan Tuhan, dan bagaimana aku sebenarnya selama ini (sisi buruk yang aku ga sadari). Waktu itu, karena kondisi yang kurang fit, pendisiplinan yang aku pilih hanya berdoa. Melihat sambil berdoa saat beberapa teman mendapatkan pendisiplinan 'cambuk'. Waktu itu, aku ingat banget, ga 'kena' sama sekali, berdoa, tapi benar-benar tidak merasakan apa-apa. Tapi, Tuhan itu luar biasa baik. Dia tidak membiarkan putriNya ini pulang camp dengan 'tangan kosong', ga dapet apa-apa. Saat itu, ada beberapa teman yang kesalahannya ditanggung tidak tega melihat temannya menggantikan hukuman mereka. mereka menangis, sambil memohon kepada komandan untuk menghentikan hukuman mereka. suasana cukup dramatis, tapi aku tenang aja ga merasa apapun juga. Sampai teman itu menangis dengan keras, dan terus memohon, dan waktu itu, ada beberapa teman kepala regu yang mendatangi dia dan mengatakan "BELAJAR TERIMA KASIH KARUNIA". Waktu mendengar perkataan itu, sungguh dalam hati ini ada sesuatu yang mengganggu, dan kata-kata itu terus merhema dalam hati dan pikiranku sampai saat ini (dan selamanya, amin ^^"). Aku merasa ditegur oleh Tuhan, dan bisa dibilang lanjutan pemahaman tentang pengorbananNya (ESC 2011 adalh bab 1'nya ^^"). Mengingatkan aku, bahwa selama ini aku masih sangat sombong dengan menyia2kan pengorbananNya, masih tidak menerima pengorbanan Tuhan buatku. Ternyata, aku masih merasa tidak perlu kasih karunia itu. WOW... but, that's it..
Proses yang panjang buat aku untuk bisa benar-benar memahami kasih karunia terbesar di hidupku ini.. (huft....).
Sampai sekarangpun, aku yakin proses itu masih berjalan. Beberapa waktu yang lalu, aku merasa tidak layak datang kepadaNya, karena ngga menjadi anak yang baik (^^" masih suka sembarangan kadang). Benar-benar merasa malu banget dateng ke Tuhan. Tapi ga tahan juga, akhirnya memberanikan diri datang, dan "BELAJAR MENERIMA KASIH KARUNIA", kembali aku diingatkan...dan terasa dimaafkan... (^^" baiknya Tuhan Yesusku). Langsung deh, hatinya maknyuzzzz... seneng banget, serasa dipeluk ma Tuhan sambil Dia tersenyum sayang sama dielus-elus kepalanya (halahhh... ><" hahahaha). It's true...      
"BELAJAR TERIMA KASIH KARUNIA"... karena memang tanpa kasih karuniaNya, we're nothing...
Aku percaya prosesku belum selesai, dan aku akan terus didewasakan dalam segala peristiwa di hidupku..

Amazing our Jesus Lord, isn't He???

2 komentar:

Thank you for visit.. please comment this post if you like it..