Kamis, 28 Juni 2012

Kalau Bukan Tuhan, Mustahil

Kalau bukan Tuhan, Mustahil... Kalau bukan Tuhan yang campur tangan, pasti kami akan tergeletak.. Dia tahu apa yang harus Dia lakukan untuk kami..
Dibalik setiap peristiwa yang menurut kita buruk, tapi bagaimanapun juga Tuhan punya rencana yang jauh daripada yang kita pikirkan. Ada banyak hal yang Dia mau lakukan atas hidup kita ataupun orang yang kita sayangi.
Awal pencobaan dimulai dari kepergian 'koko' yang tentu saja, ga cuma aku saja yang syok, tetapi kedua orangtuaku juga. Menantu mereka yang pertama dipanggil Tuhan pulang secepatnya (hehehe..). Tapi buat aku, bisa dibilang peristiwa sedih, tapi juga aku anggap sebagai peristiwa keselamatan. 
Papa yang dahulunya belum kenal Tuhan menjadi terima Tuhan Yesus.. (Yes!!! ^.^v). Ada temannya yang menceritakan tentang Tuhan, papa mulai diajak untuk berkomunitas dan ke gereja. Papa mulai ikut SPK (Saya Pengikut Kristus) dan mulai rajin berdoa dan baca Firman Tuhan. Perlahan, kehidupannya mulai berubah, yang dulunya perokok berat, menjadi berhenti dan masih banyak hal...
Pencobaan berikutnya mulai terjadi sekitar 2-3 tahun yang lalu. Dimulai dari usaha orang tuaku yang semakin merosot. Barang dagangan mulai menyusut. Ditambah adikku yang kecelakaan, rahangnya retak dan harus dioperasi. Ditambah lagi adikku yang lain usaha accunya dirampok pada saat lebaran. Satu mobil terpaksa dijual, karena tiap minggu kekurangan uang untuk membayar. Bernafas sebentar dengan keuangan, namun ternyata masih belum beres juga. Saling menyalahkan, bingung, dan kewalahan. Berusaha mencari penyebabnya, tapi tetap tidak ketemu. Sampai akhirnya mobil kesayangan papa harus dijual demi menutup keuangan yang berantakan. Itupun hanya berlangsung beberapa bulan, dan keuangan kembali berantakan.
Akhirnya papa menjaminkan sertifikat rumah untuk memperoleh pinjaman dari bank demi terusnya perputaran modal. Karena berantakannya keuangan, saat adik perempuanku menikah, kedua orang tuaku tak mampu memberikan apa-apa. Sedih, kecewa dan malu terpancar dari raut wajah mereka. Hutang kepada bank dan keuangan yang belum beres akhirnya membuat mereka mengambil keputusan untuk menjual rumah yang dulu aku tempati dengan 'koko'. Sulit sekali rumah itu terjual. Di titik inilah papa dan mama mulai hilang iman kepada Tuhan (hampir akupun ikut kecewa pada Tuhan karena membiarkan kedua orangtuaku mengalami hal tersebut.. ^^"). Segala usaha dilakukan supaya rumah cepat terjual untuk membayar hutang-hutang kami. Sempat mereka ambil langkah dengan datang ke 'orang pinter' untuk minta supaya rumah itu cepat terjual. Melakukan beberapa ritual kepercayaan, dan jalan-jalan yang bukan berharap kepada Tuhan. Sempat mau meninggalkan Tuhan. Kecewa, karena merasa ikut Tuhan tapi kok malah menjadi habis semua. Tetapi untunglah, keasadaran dan takut akan Tuhan masih dikaruniakan atas kami.  
Dalam kondisi ini, mama sangat marah pada Tuhan, menjadi pribadi yang pemarah, suka mengomel. Menantang Tuhan terlihat banget dari sikapnya. Kami berusaha membuat mama mengerti rencana Tuhan pasti baik. Tapi dia sepertinya sangat marah dan kecewa banget sama Tuhan. Dan bilang ,"Ga ada Tuhan-Tuhanan. Enak jadi orang murtad, uangnya banyak" (huft... ^^") 
Tapi Tuhan itu luar biasa. Meski mama sangat menantangNya, tapi Dia begitu mengasihi mama. Berulangkali mama ditegurNya dan diajarNya (lewat Firman Tuhan saat ke gereja,. Meskipun marah, tapi mama masih ke gereja, meskipun ogah-ogahan). Tapi, semakin ditegur, semakin mama marah pada Tuhan (hahaha.. Cara Tuhan itu unik) sampai ga mau lagi ke gereja. 
Akhirnya, papa mulai kembali mengambil keputusan untuk kami berdoa bersama, berharap Tuhan mau melunaskan hutang-hutang kami. Mulai membaca Firman Tuhan bersama-sama. Papa memiliki iman, bahwa dengan melakukan itu, Tuhan pasti buka jalan. Sebelumnya kami sudah pernah memulai, tapi tidak terus berhenti di tengah jalan karena beberapa keadaan.
Meskipun dalam keadaan menantang Tuhan, mama masih mau ikut membaca Firman Tuhan bersama (dengan ogah-ogahan tentunya.. ^^").  
Kami mulai membaca dari kitab Mazmur 1, membaca bergantian per perikop. Sampai suatu hari, pas giliran mama membaca kitab Mazmur 14 dengan judul perikop Kebebalan Manusia. Firman Tuhan berkata "Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik pebuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Tiba-tiba, mama melemparkan alkitab yang dibacanya dan menangis. Campur aduk perasaannya, antara marah, kecewa dan takut akan Tuhan. Saat itu, Tuhan jamah hati mama. Dia menangis, bertobat. Kami doakan mama bersama-sama, dan mama mulai berhenti menangis, dan terasa banget hatinya sedikit ada damai sejahtera. (W O W... that's our God...^.^). Dan setelah itu dia mulai mau membaca alkitab dengan baik.. (wuhuiiii... ^^").
Kami terus menaruh harapan pada Tuhan, terus memohon pertolongannya. Dengan hati yang mulai berbalik, hati yang percaya bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya pengharapan. Pada saat yang bersamaan, ada juga acara ESC. Pada kesempatan itu, papa mendapat undangan untuk mengikuti camp bersama mama, dan kebetulan akupun ikut camp tersebut. Dengan ogah-ogahan, mama akhirnya ikut, dengan gaya mengomelnya (meski mama sdh mulai maw baca, tapi masih suka ngomelnya masih kebawa.. ^^"). Sepulang dari camp, wajah mama sedikit berubah, lebih cerah dan terlihat senang, meskipun masih ngomel..(..^^").
Beberapa waktu setelah itu, dibukakanlah Tuhan segala sesuatu yang menjadi penyebab hancurnya keuangan kami. Ternyata salah satu pegawai kami mencuri. Dan barang yang dicuri, bukanlah sedikit. mungkin 1 minggu, kami bisa mengalami kerugian 5 juta rupiah (>.<" duh...). dan itu mungkin sudah berlangsung selama 2-3 tahun. Dan kami tidak bisa mendeteksi berapa nominal yang sudah dicuri (bisa dihitung kira-kira sejumlah 2 mobil dan hutang pada bank plus hutang lain.. kira-kira 500 jutaan).
Dahsyat apa yang Tuhan sudah perbuat. Ga cuma kami dibukakan penyebab hancurnya keuangan kami, tetapi lebih dari itu, bagaimana kedua orangtuaku bisa menghadapi pencuri itu dengan bijaksana. Mereka, mama terutama, tidak syok, karena orang itu adalah pegawai kepercayaan kami,  tapi dengan sangat tenang bisa menerima segala yang terjadi. Aku pikir, Tuhan sudah merencanakan itu jauh-jauh sebelum Dia menjawab doa kami, Dia persiapkan kami. Bersyukur atas apa yang Tuhan buat (isn't it..? ^^")
Masih belum selesai lho apa yang Dia kejakan untuk pulihkan keuangan kami.. ^.^. Dengan terbongkarnya penyebab hancurnya keuangan, sedikit demi sedikit mereka bisa membayar hutang (meski belum lunas sepenuhnya). Akhirnya, 2-3 minggu yang lalu rumah yang akan kami jual terjual. Hutang bank boleh kami lunasi.. (yeeeyyy... ^.^v). Dan hari ini, tadi papa cerita, dan terlihat bahwa kondisi keuangan kami berangsur pulih.. Sejak kami mulai berdoa dan membaca Firman bersama, sampai saat ini, kira-kira ada 4 bulan, Tuhan mulai pulihkan keuangan kami.. 
Aku percaya Dia ijinkan keuangan keluarga kami berantakan karena Dia mau bentuk keluarga ini lebih mengenal akan Dia.. Aku sendiri juga belajar dari hal ini... Selangkah lebih maju mendekati rencanaNya.. 

God bless my family... and yours too.. ^_^
Love You, Lord Jesus..




2 komentar:

  1. Sangat luar biasa dan terinspirasi.Smoga perjalanan hidupmu menjadi berkat bagi byk org fit. God bless you and your's family.

    BalasHapus

Thank you for visit.. please comment this post if you like it..